Selamat Hari Pahlawan Nasional!
Tepat sekali hari ini, Jum'at, 10 November 2017, adalah hari
memperingati hari pahlawan nasional. Sudah 72 tahun saja. Sejak 1945 – 2017. Setiap sekali dalam satu tahun pada 10 November kita selalu meperingati hari pahlawan dengan cara penghormatan mengibarkan bendera satu tiang penuh.
Indonesia,
utuh, ada, maju, karena mereka semua, sang pahlawan. Pahlawan Indonesia sangat
banyak. Dan yang benar- benar diperingati hari ini adalah Bung Tomo. Dia memperjuangkan
keras- kerasan di Surabaya tepat 72 tahun yang lalu. Hari pertempuran yang
mereka alami amat dahsyat. Ia berjuang tanpa kenal lelah. Pada bulan Agustus
1945, setelah menduduki Indonesia selama 3,5 tahun, Jepang menyerah kalah tanpa
syarat pada Sekutu dengan dijatuhkannya dua bom atom di Hiroshima dan Nagasaki.
Di Indonesia sendiri, setelah kemerdekaan diproklamasikan, rakyat membangun
berbagai gerakan untuk melucuti Jepang. Berbagai gerakan tersebut diikuti oleh
pendaratan tentara Inggris di Jakarta dan Surabaya pada bulan September dan
Oktober. Dan ia juga berjuang demi kita. Warga Indonesia.
Sadar akan agenda rahasia Sekutu, kemarahan rakyat Indonesia
pun berkobar. Pertempuran pertama Indonesia melawan tentara Inggris dimulai
setelah insiden pengibaran bendera Belanda merah-putih-biru di Hotel Yamato,
Tunjungan, Surabaya, pada tanggal 18 September 1945; yang kemudian dikenal
dengan nama Insiden Tunjungan. Dengan kejadian tersebut, Inggris mengeluarkan
ultimatum bagi Indonesia bahwa semua orang Indonesia harus menyerahkan senjata
dan mengangkat tangan, dengan batas waktu 10 November 1945 pukul 06.00. Ultimatum
tersebut tentu saja ditolak oleh rakyat. Maka, pada tanggal 10 November,
tentara Inggris pun melancarkan serangan besar-besaran dengan mengerahkan sekitar
30.000 serdadu, 50 pesawat terbang, dan sejumlah besar kapal perang. Seluruh
kota Surabaya dihujani bom dan meriam. Pertempuran berlangsung selama hampir
satu bulan, sebelum akhirnya seluruh kota jatuh ke tangan Inggris.
Beberapa serangan kecil kemudian menjadi besar yang hampir
saja membuat para tentara Inggris lumpuh, sebelum pada kelanjutannya Jenderal
D.C Hwthorn pun mengharapkan bantuan dari Ir. Soekarno.
Pada tanggal 10 November 1945 pagi hari, tentara Inggris
melakukan aksi yang disebutnya sebagai Ricklef pada pojok pojok kota Surabaya.
Pertempuran yang mengerikan pun dibalas dengan pertahanan dari ribuah penduduk
kota. Pasukan Inggris telah berhasil merebut kota dalam waktu tiga hari saja.
Namun, pertempuran benar benar redam setelah tiga minggu. Terdapat sekitar 6000
rakyat Indonesia gugur serta ribuan penduduk ada yang meninggalkan kota.
Makna dari hari
pahlawan ini
Terdapat ungkapan yang populer menyebutkan bahwa ‘Bangsa
yang besar ialah bangsa yang menghargai dan menghormati jasa pahlawannya”.
Apabila bangsa tidak memiliki pahlawan berarti sama saja bahwa bangsa tersebut
tidak mempunyai hal yang dibanggakan. Apabila suatu bangsa tak mempunyai sosok
yang patut untuk dibanggakan, maka bangsa itu merupakan satu bangsa yang belum
memiliki harga diri.
Mengapa hari pahlawan diperingati pada tanggal 10
November? Pasalnya, saat itu para pahlawan bangsa Indonesia telah bertempur
keras untuk memerdekakan Tanah Air. Hanya bersenjatakan bambu runcing, namun
para pejuang bangsa ini mampu menghadapi tentara Inggris yang ada di Surabaya
dengan gagah dan berani. Senjata api yang dimiliki Indonesia saat itu sangatlah
minim. Akan tetapi, perjuangan yang telah dilakukan para pahlawan Indonesia
begitu besar. Terdapat salah satu tokoh terkenal dalam perjuangan itu, ia
adalah Bung Tomo. Bung Tomo sanggup kobarkan semangat para pemuda di Surabaya
melalui siaran siaran radio.
Hingga sekarang, peristiwa pertempuran Surabaya diperingati
sebagai Hari Pahlawan. Peringatan ini tidak hanya sekedar untuk mengajak
seluruh rakyat Indonesia mengingat peristiwa heroik arek-arek Surabaya, tetapi
juga merenungi kembali pengorbanan mereka kepada tanah air yang mereka cintai.

Komentar
Posting Komentar